Jakarta - Dua kandidat kuat calon Ketua MPR yang diajukan PKS dan PDI Perjuangan, Hidayat Nur Wahid dan Taufik Kiemas, tampaknya harus bersiap kembali mendapat saingan baru. Ketua DPP sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR, Priyo Budi Santoso, mengatakan, partainya juga menginginkan posisi pimpinan MPR. Pimpinan yang dimaksud bisa ketua atau wakil ketua.
"Kami lihat dulu apakah di figur ketua atau wakil ketua. Golkar juga mau mengisi pimpinan MPR. Bagaimanapun, suara Golkar di DPR masih besar," kata Priyo, Kamis (17/9) di Jakarta.
Selain merasa memiliki suara besar di DPR, menurut Priyo, anggota DPD yang juga punya hak suara dalam pemilihan pimpinan DPR didominasi kader Golkar. Ia menyebutkan, kader Golkar yang duduk di DPD periode 2009-2014 mendominasi 40-45 persen dari semua anggota DPD.
"Kami ingin paket yang menunjukkan keanekaragaman dan menunjukkan kekuatan politik. Situasi politik saat ini menjadi berbeda, dengan komunikasi intensif yang dilakukan Demokrat ke Golkar, PDI Perjuangan dan partai lain," ungkapnya.
Golkar sudah mengantongi tujuh nama kandidat yang akan digadang mengisi posisi pimpinan DPR dan MPR. Keputusan siapa yang akan ditempatkan masih menunggu keputusan pleno pascalebaran nanti. Demi memuluskan jalan meraih posisi pimpinan MPR, Priyo mengaku, Golkar sudah mulai melakukan penjajakan terhadap sejumlah fraksi untuk menggalang dukungan.
"Dengan fraksi lain, kami sedang penjajakan untuk menggalang dukungan, yang jelas kami bergandengan tangan dengan partai yang berhubungan baik dengan Golkar," kata Priyo.(*)
Sumber : Kompas
|