 Preskon Evanesence konser-.(ist) |
Kamis, 02 Februari 2012 | 18:20 |
JAKARTA - Evanescence, kelompok band asal Little Rock, Arkansas, Amerika Serikat, akhirnya dipastikan bakal mengguncang Jakarta sebagai konser penutup dari rangkaian tur Asia mereka pada 25 Februari mendatang, di Hall A Pekan Raya Jakarta.
“Setelah Incubus, Paramore kemarin, janji kita untuk mendatangkan Evanescence akhirnya tinggal menunggu hitungan hari saja. Tadinya kami mau memakai Istora Senayan. Kami sudah mengajukan layout venue dan segala macamnya, tetapi tidak disetujui oleh pihak Evanescence. Mereka mau standing venue yang indoor dan satu-satunya yang memungkinkan adalah di PRJ,” ujar Sherwin Djajadi dari Showmaxx Entertainment, selaku promotor konser Evanescence, saat jumpa pers, Rabu (4/1).
Sherwin mengungkapkan, Amy Lee dan kawan-kawan akan tiba di Indonesia pada 24 Februari 2012. Dalam konsernya nanti, Evanescence akan membawakan lebih dari 22 lagu selama 2,5 jam.
“Mereka akan konser 90 menit, ada 15 lagu. Tapi kami minta tambahan tujuh lagu. Ini bocorannya, kami lagi negosiasi. Jadi lebih banyak dari negara lain karena Indonesia juga merupakan closing tur Asianya,” tutur Sherwin.
Menurut Sherwin, proses mendatangkan Evanescence ke Indonesia cukup panjang. “Proses meyakinkan mereka bahwa Indonesia aman untuk konser. Kita memberikan list banyak konser yang sukses, yang sudah berjalan kepada mereka. Akhirnya mereka mengiyakan,” tukasnya.
Tiket konser Evanescence mulai dijual pada 9 Januari 2012. Tiket akan dibagi menjadi 3 kelas yakni VIP dengan harga Rp 1.200.000, Festival A yakni Rp 700.000 serta Festival B seharga Rp 500.000. Sesi presale akan dibuka oleh promotor pada hari Minggu (8/1) dengan menjual 3000 lembar tiket dari total 7000 lembar tiket. Tiket yang dijual tentu saja lebih murah dibanding harga tiket normal. Festival A dihargai Rp 500.000 dan Festival B dengan harga Rp 300.000 sedangkan tiket VIP tidak dijual pada saat presale.
Evanescence merupakan kelompok musik cadas yang didirikan pada 1995. Selain Amy Lee di vokal dan keyboard, band bergaya musik Dark Rock ini beranggotakan Terry Balsamo (lead guitar), Troy McLawhom (rhytm guitar), Tim McCrod (bass guitar), dan Will Hunt (pemukul drum).
Diceritakan Sherwin, kelompok musik bergenre dark rock ini sudah dilobi sejak September 2011 lalu, atau tiga bulan sebelum mengeluarkan album terbarunya, supaya bersedia datang ke Indonesia. Menurut Sherwin, negosiasinya berjalan cukup alot karena panitia harus meyakinkan mereka bahwa Indonesia aman.“Buktinya di tahun 2011 Indonesia mampu menggelar 56 konser. Bahkan panitia harus menjelaskan hasil riset kecil-kecilan yang mereka buat untuk mengukur potensi pasar melalui sejumlah jejaring media sosial. Hasilnya cukup memukau. Para fans base mereka di Indonesia mengaku sangat menantikan kedatangan Evanescence. Antusiasme mereka cukup tinggi,” bebernya.
Karena itulah, sebagai pihak promotor, Shomaxx berani mengeluarkan kocek hingga Rp 4 Miliar, untuk Evanescence. “Itu untuk biaya landing mereka saja,” cetusnya.
Kedatangan band yang melejit dengan single ‘Bring Me To Life’ ini pun diyakini menyedot perhatian pemerhati musik di Indonesia. Apalagi dari tiga album yang sudah diluncurkan penggemar setia mereka belum sekali pun melihat aksi panggung Amy Lee cs di Indonesia. “Rasa penasaran masih cukup besar,” kata pengamat musik, Ricky Siahaan.
Menurut Ricky, gaya bermusik Evanescence belakangan bertambah matang dalam jalur rock. Jika di awal debutnya kelompok ini mengusung aliran new metal, dua album terakhir cenderung mengeksplorasi nuansa musik metal yang lebih keras. “Dan harus diakui, selain suara, secara visual atraksi panggung mereka cukup memukau,” cetusnya. (San) |
[ Kembali ] | | » Berita Terkait | |