 Film Hantu Puncak Datang Bulan |
Sabtu, 13 Maret 2010 | 12:08 |
JAKARTA - Film Hantu Puncak Datang Bulan, yang dibintangi Andi Soraya akhirnya lolos tayang di bioskop, setelah pihak rumah produksi K2K Production mengganti judul menjadi Dendam Pocong Mupeng. Sontak saja, hal tersebut memancing reaksi pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Amirsyah menyesalkan lolosnya film Andi Soraya itu. Ia bahkan menyoroti kinerja Lembaga Sensor Film (LSF) yang tak tegas. "Padahal ada LSF yang bertugas dan pemerintah sibuk mendidik karakter tetapi ada sisi lain ada seperti ini," ketusnya. "Kami sangat menyayangkan dengan kinerja LSF, kok bisa terjadi seperti ini," ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional, Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (12/3/2010).
Seperti diberitakan sebelumnya, film Hantu Puncak Datang Bulan mendapat tentangan dari sejumlah pihak lantaran dinilai hanya mengumbar syahwat ketimbang sebuah tontonan yang syarat pesan moral dan tuntunan. "Film itu sangat merusak akhlak moral bangsa," tegas Amirsyah.
"Kami pengajar bersusah payah mengajar akhlak tetapi kenapa bisa terjadi, ini menjadi kebebasan moral seks yang terjadi di moral bangsa Indonesia," tandas Amirsyah. "Tetapi ini malah dilegalisir," tekannya.
Amirsyah berharap agar pemerintah bisa bertindak tegas menyikapi film yang diproduksi rumah produksi K2K Production itu. "Harus ada kesadaran dari pendidikan bangsa dan jangan selalu disalahkan MUI, masih banyak tugas yang berwenang. Pada intinya MUI mendesak dan kita sangat keberatan dengan film-film porno yang marak beredar karena merusak moral bangsa," pungkasnya.(kmps)
|
[ Kembali ] | | » Berita Terkait | | Jepang Taklukan Denmark 3-1 | | Sony Ericsson Perkenalkan Sony Ericsson Xperia TM X8 | | Panglima TNI Berikan Penekanan Ulang Tentang UU Keterbukaan Informasi Publik | | Milito Bawa Inter Pertahankan Gelar | |