CILEGON- Mengantisipasi gejolak menjelang kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang akan diterapkan pada bulan Juli mendatang, UPJ PLN Cilegon akan melakukan sosialisasi khusus kepada masyarakat, dan industri pengguna listrik PLN.
"Sosialisasi menyeluruh itu sulit sekali. Masyarakat kadang sulit mengerti cara kerja PLN, dan kebijakan tentang TDL. Juga tentang Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL). Terutama terkait kewajiban pelanggan melunasi beban biaya listrik bulananya sebelum tanggal 20. Tapi untuk kenaikan TDL, kami masih menunggu surat dari pusat, jadi tak akan disosialisasikan dulu,"kata Super Visor Pelayanan Pelanggan PLN UPJ Cilegon, Efi Syaefi.
Efi mengakui, dalam setiap ada perubahan, selalu ada gejolak. "Tapi untuk di Banten, rasanya cukup kondusif. seperti pada kenaikan TDL beberapa tahun lalu, di daerah lain gejolaknya cukup tinggi, tapi di Banten, Alhamdulillah aman,"katanya.
Ia menguraikan kenaikan TDL yang diberlakukan pemerintah, adalah karena pengurangan subsidi listrik.
"Khususnya bagi listrik berskala besar. TDL yang ada sekarang kan masih jauh dari biaya produksi. selama ini selalu disubsidi pemerintah. dan sekarang seubsidi itu, khususnya bagi pengguna listrik di atas 1.100 KVA, akan dikurangi, maka TDL pun dinaikkan,"ujarnya.
Ia pun mengungkapkan,kenaikan TDL di Cilegon, kemungkinan besar akan dirasakan dampaknya oleh industri.
"TDL yang akan dinaikkan kan TDL bagi kelas B3 berskala 1.100 KVA, dan kelas I3 (industri) berskala 21.000 KVA. Jadi kalangan industri yang akan merasakannya. Maka sejak lama PLN selalu mengimbau agar kalangan industri, dan pengguna listrik kelas B3, seperti swalayan, dan sejenisnya, untuk mengalihkan pemakaian listrik pada hari sibuk, ke hari libur, untuk menghemat daya listrik yang digunakan,"imbuhnya.
UPJ PLN CIlegon, menurut Efi, melayani sedikitnya 10 industri besar, dan 11 perusahaan menengah, sejenis swalayan, pengguna listrik kelas B3. (yus)
|