Jum'at, 30/Juli/2010
HOME
 

Etihad Airways Tandatangani Transaksi Dengan Jaminan Kredik Ekspor



Boeing 787-900


Jumat, 09 Oktober 2009 | 11:49
Jakarta - Maskapai nasional Uni Emirat Arab Etihad Airways untuk pertama kalinya menandatangani transaksi dengan fasilitas jaminan kredit ekspor berupa pembelian pesawat pada 2009-2010 senilai $1 milliar.

Dari hasil peringkat yang di tetapkan oleh Export Credit Agency (ECA) yang didukung negara-negara anggota dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), mengategorikan Etihad sebagai perusahaan penerbangan yang layak investasi.

Jaminan pemerintah (sovereign guarantee) dari Jerman, Perancis, Inggris, dan AS nantinya akan meningkatkan kegiatan pembiayaan pembelian pesawat pada pasar komersial dengan memberikan akses yang lebih luas kepada sumber-sumber modal dengan tingkat keuntungan yang kompetitif.

“Para pemegang saham Etihad Airways telah member kami mandat yang sangat jelas, dan kami telah bekerja keras selama lebih dari tiga tahun terakhir ini untuk menyusun platform perdagangan yang kuat serta kerangka tata keloa perusahaan yang sehat. Kami berhasil membuktikan bahwa kami memiliki rencana bisnis yang jelas, mampu mengimplementasikan rencana tersebut, dan kami memiliki prospek yang meyakinkan akan kinerja serta pencapaian yang saat ini sedang berjalan,” ucap CEO Etihad Airways, James Hogan.

Menurutnya peringkat ECA yang didapat Etihad dan dukungan OECD merupakan bukti bahwa timnya merupakan tim yang solid dan berkomitmen terhadap visi jangka panjang Etihad Airways. Keberhasilan itu juga membuktikan kredibilitas dan kepercayaan diri Etihad Airways, sekaliguis meneguhkan posisi kami sebagai sebuah perusahaan yang bermain di panggung global.

Sementara Menteri Perdagangan, Investasi, dan Bisnis Inggris, Lord Davies of Abersoch, mengatakan: “Saya sangat senang ECGD bersedia membantu pembiayaan dua pesawat jenis Airbus untuk Etihad. Ditandatanganinya pembiayaan berjamin kredit ekspor tersebut merupakan sebuah langkah yang penting Etihad dan saya sangat senang ECGD ikut ambil bagian. Dukungan ini merupakan bukti komitmen pemerintah kami untuk mendukung sektor perdangangan ekspor Inggris di bidang kedirgantaraan.”

Bagian pertama (first tranche) dari pinjaman senilai US$ 1 milliar akan digunakan untuk pembelian delapan unit pesawat terbang hingga akhir 2010, Etihad Airways telah menandantangani pembelian dua Airbus A340-600 senilai US$233 juta.

Berdasarkan pada kesepakatan pertama, HSBC Bank plc akan bertindak sebagai arranger utama yang resmi , kreditur, agen fasilitas, security trustee, dan hedge provider, akan memberikan pinjaman sebesar US$ 122 juta dengan masa pembayaran kembali selama 12 tahun.

Kesepakatan kedua senilai US$ 111 juta ditandatangani dengan Landesbank Baden- Wuerttemberg sebagai arranger, kreditur, agen fasilitas, dan security trustee. Debt placement dalam kesepakatan ini dilakukan oleh SkyBlue Capital LLC.

Export Credits Guarantee Department (ECGD) Inggris merupakan penyalur kedua fasilitas pinjaman tersebut, sementara itu reasuransi dijamin oleh Compagnie Francaise d’Assurance pour le Commerce Exterieur of France (COFACE) dan EULER HERMES Kreditversicherungs AG (EULER HERMES) di Jerman.

Peter Luketa, global head of export finance di HSBC, mengatakan: “ECA kian memiliki peran yang penting sebagai alat pertumbuhan pembiayaan di Timur Tengah, sementara HSBC sebagai salah satu penyedia Export Finance terdepan, mampu menawarkan solusi yang tepat kepada kliennya di Timur Tengah. Kami sangat senang atas kesempatan yang diberikan dalam pemberian fasilitas ECA yang pertama kepada klien sebesar Etihad.”

Harald D. Zenke, head of corporate finance of Landesbank Baden-Wuerttemberg (“LBBW”), mengatakan: ‘LBBW bangga bisa menjadi mitra dari kisah sukses sebuah maskapai sekelas Etihad Airways. Timur Tengah terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu wilayah dengan perkembangan yang dinamis di dunia penerbangan saat ini dan juga sebagai salah satu perusahaan global dalam industri pembiayaan pesawat terbang. Keikutsertaan LBBW dalam kesepakatan ini merupakan bukti betapa beragamnya produk yang ditawarkan bank tersebut kepada industri penerbangan.”

Etihad Airways saat ini memiliki 47 armada pesawat yang jumlahnya akan ditambah menjadi 52 pada akhir tahun ini. Pengiriman empat pesawat baru akan diterima Etihad Airways pada 2010 nanti sehingga armadanya akan bertambah lagi hingga menjadi 56 unit.(*)


[ Kembali ]
» Berita Terkait
Sony Ericsson Perkenalkan Sony Ericsson Xperia TM X8
Panglima TNI Berikan Penekanan Ulang Tentang UU Keterbukaan Informasi Publik
Milito Bawa Inter Pertahankan Gelar
Guru dan Warga Bojong Keluhkan Drainase Macet

 

 
 
T-10 Tooltips v1.0
| Redaksi | Info Iklan | Terms of use | Kotak Pos |  
satuNews.com | satuRiau.com