 Gubernur Riau tengah menjamu para investor Timur Tengah. |
Senin, 23 Februari 2009 | 16:56 |
JAKARTA - Gubernur Riau HM Rusli Zainal lakukan pertemuan dengan sejumlah investor dari Kuwait dan Lebanon di Hotel Mulia, Jakarta Minggu malam (22/2) terkait keinginan Investor asal Timur Tengah itu berinvestasi di Bumi Lancang Kuning.
Turut hadir mendampingi Rusli Zainal diantaranya, Kepala Bappeda Riau Emrizal Pakis, Kadis Perhubungan Ruslaini Rachman, Kadis Pertambangan M. Lafiz, Kepala BPMI Riau Faisal Qomar Karim, Kepala Badan Penghubung Riau di Jakarta Tarmizi Natar N. dan Kabag Humas Riau Chairul Riski.
Sementara Rombongan Investor terdiri dari, Vice Presiden PT. QRI (Quantum Reservoir Inpact), Sani O. Ajam dan Managing Director, Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company salah satu anak perusahaan dari Kuwait Petrolium Corp. (BUMN Kuwait), A. Naser Y. Al Fulaij.
“Riau tidak saja strategis secara geografis, karena berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, namun Riau juga punya potensi yang luar biasa besar,” jelas Rusli Zainal di depan para investor tersebut. Gubri mengakui, 90 persen penghasilan Riau dari minyak. Hanya saja, sektor tambang, pariwisata dan infrastruktur juga sangat potensial. Untuk itulah, tegas Rusli, Pemerintah Provinsi Riau berupaya mendorong agar mendatangkan investor yang bisa melakukan investasi ke Riau.
“Kita mengundang para investor tersebut untuk menanamkan modalnya di Riau dengan memberikan kemudahan dalam birokrasi dan regulasi,” akunya. Terkait hal tersebut, dia mengaku, sudah melakukan terobosan seperti, pelayanan satu atap serta membuka aduan dari para investor. “Kita sudah membentuk kantor pelayanan satu atap dan badan bernama Complaint Board, dimana para investor yang merasa dirugikan bisa menyampaikan komplainnya dan kita langsung memberikan solusi,” kata Gubri kepada satuNews.com
Para investor tersebut juga tertarik pada bidang lainnya. “Riau tidak saja kaya akan migas, tapi di sektor lain, seperti pariwisata, perkebunan, kehutanan dan lainya. Itu yang terus kita dorong agar mendapat perhatian dan minat investor,” tandasnya seraya mengungkapkan saat ini Riau sedang giat mencari investor yang tertarik mengembangkan industri hilir dari kelapa sawit (CPO).
Gubri juga mengatakan bahwa saat ini, sudah banyak para investor dari Timur Tengah yang menanamkan modalnya di Riau, seperti Yaman di Dumai (bidang industri) dan Qatar di Inhu (bidang listrik tenaga batu bara). Dia mengakui, hasil pertemuan itu akan ditindaklanjuti dengan kunjungan para investor ke Riau. “Dalam waktu dekat meraka (investor-red) akan datang ke Riau untuk melihat langsung, sesuai dengan apa yang saya sampaikan,” pungkasnya.
Sejauh ini, Riau masuk lima besar nasional dalam hal investasi. Sesuai data dari BKPM, nilai investasi PMA berdasarkan izin usaha tetap sampai triwulan III tahun 2007 sebesar USD 724 juta dan untuk PMDN sebesar Rp. 3,095 triliun. Sementara, Bappeda Riau, Emrizal Pakis menambahkan, potensi Investor Timur Tengah lebih menjanjikan. Saat itu, kata Pakis mengulang, Yaman dan Qatar (listrik tenaga batu bara di Dumai) sudah berinvestasi di Riau.(zal)
|
[ Kembali ] | | » Berita Terkait | | MK Harus Bertanggung Jawab Atas Kasus Bima | | Dansatgas Konga XXV-D terima kunjungan Komandan Cambodia | | BI Akui Rupiah Tak Bisa Melawan Krisis Ekonomi Global | | Rita Subowo Puas Atlet Indonesia Lampaui Target | |