/ satuNews.com / pemilu /Mega-Pro akan Safari Pesantren
Mega-Pro akan Safari Pesantren
Rabu, 27 Mei 2009 | 07:54
Jakarta - Pasangan capres/cawapres Megawati Soekarnoputri Prabowo Subianto menyatakan duet Mega Pro akan melakukan safari atau mengunjungi berbagai pesantren di Indonesia untuk menemui para ulama, Kyai dan habaib serta masyarakat daerah. Safari ke berbagai ponpes itu akan terlaksana setelah pasangan Mega-Pro menyelesaikan sosialisasi iklan kampanye pilpres 2009.
"Sampai hari ini Mega-Prabowo masih gencar membuat iklan kampanye. Tentunya iklan-iklan yang mendukung ekonomi kerakyatan. Minggu ini (deklarasi) di Solo dan deklarasi tim sukses juga harus selesai sampai ke tingkat kabupaten,"kata Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo pada wartawan di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Selasa (26/5).
Yang pasti katanya deklarasi ke beberapa daerah akan terus dilakukan dengan melakukan dialog dengan masyarakat dengan ruang lingkup yang lebih kecil. Bahkan, pasangan Mega-Pro dan tim suksesnya akan menjalin komunikasi ke pesantren-pesantren untuk minta dukungan pencapresan kedua tokoh PDIP-Gerindra tersebut. "Kami juga akan menjalin ke pesantren untuk minta dukungan capres, lewat Baitussalam di daerah-daerah,"tutur Tjahjo.
Sementara itu tim sukses Mega-Pro mulai bergerak cepat. Rencananya mereka akan menggelar rangkaian roadshow untuk menggarap pendukung PDIP dan Gerindra. "Mulai minggu depan kita jalan," kata Tjahjo.
Sasaran kampanye akan dilakukan di basis massa kedua partai tersebut. "Kita akan menyambangi basis nelayan, petani, pedagang dan buruh. Itu yang akan kita garap. Rencananya Mega-Prabowo juga akan mengikuti deklarasi tim kampanye pemenangan untuk wilayah Jawa Tengah di Solo, Sabtu mendatang, ujar Tjahjo. (bas)
Selain itu PDIP akan mengumpulkan kepala daerah yang berasal dari PDIP.
"Kita kumpulkan Gubernur, Walikota, dan Bupati yang dari PDIP. Pengumpulkan kepala daerah itu, untuk menyolidkan kekuatan partai dalam pemenangan pasangan yang diusung PDIP-Gerindra,kata Tjahjo Kumolo.
Menyinggung keterlibatan purnawirawan TNI dalam pilpres, hal itu menurut Tjahyo setidaknya untuk mendukung pasangan Mega-Pro. Namun TNI tersebut tidak aktif. "Kalau purnawirawan sudah pasti," ujar Tjahyo. (bas)