/ satuNews.com / politik /Lukman Hakim Saifuddin : Pentingnya Pembentukan Karakter Bangsa
Lukman Hakim Saifuddin : Pentingnya Pembentukan Karakter Bangsa
Lukman Hakim Saifuddin.(mpr)
Minggu, 05 Februari 2012 | 02:38
JAKARTA - Saat ini terjadi pergeseran nilai yang terjadi di masyarakat dimana nilai nilai yang dulu ditanamkan orang tua berbeda dengan nilai yang dianut generasi sekarang. Terkait pembentukan karakter bangsa, tentunya pergeseran nilai ini bisa diantisipasi dengan menggunakan metode pembentukan karakter yang beraneka ragam namun demikian nilainya harus tetap terjaga lestari. Nilai kejujuran dan keberanian contohnya harus tetap terjaga namun cara atau metode untuk menanamkan kejujuran dan keberanian itu bisa beraneka ragam yang tentunya menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Mengutip Bung Karno yang mengistilahkan dengan " Kita ambil apinya, bukan abunya."
Pernyataan Lukman Hakim Saifuddin tersebut dikemukakan saat menjawab pertanyaan dari salah seorang peserta TOT MPR kerjasama dengan LAN (4/2) terkait pembentukan karakter bangsa yang sekarang gencar dilaksanakan oleh para widyaiswara mengingat para widyaiswara ini nantinya akan menjadi trainers untuk memasyarakatkan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bicara tentang sistem pendidikan nasional dikaitkan dengan bagaimana kita membentuk karakter dan kultur kebudayaan terhadap anak didik sedari dini menurut Arif Budimanta, bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, misalkan bagaiman anak anak diberikan pembelajaran perekonomian nasional sebagaimana tertera dalam pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 dengan praktek menghimpun uang bersama kemudian mengelola uang tersebut dengan rekan rekannya untuk mencapai tujuan tertentu dengan nilai nilai yang dipandu oleh guru kelasnya. Hal sederhana ini apabila dikelola sejak dini tentu memiliki kontribusi yang bermakna.
Arif Budimanta dalam paparannya menguraikan sejarah perekonomian nasional dimulai dari R Wiriaatmaja dan perekonomian menurut Bung Hatta. Kemudian ke perekonomian nasional menurut pasal 33 UUD NRI Tahun 1945. Pembentukan karakter bangsa menjadi salah satu pertanyaan yang mengemuka di sesi pendalaman materi hari kedua TOT dengan narasumber pimpinan MPR, Lukman Hakim Saifuddin dan Arif Budimanta selain isu HAM, perekonomian nasional dikaitkan kondisi bangsa saat ini dan bagaimana kebudayaan nasional turut mempengaruhi pembangunan nasional dan isu kemiskinan. Dari pendalaman materi dan pertanyaan ini tentunya akan tercipta tukar informasi dan pengetahuan.(MPR/Red)