Sabtu, 19 Mei 2012
HOME
 


Proyek MP3EI Harus Tepat Waktu dan Serap Tenaga Kerja



Menko Perekonomian Hatta Rajasa.(ist)


Rabu, 14 Desember 2011 | 00:05
JAKARTA - Presiden meminta agar proyek-proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang didanai oleh APBN 2011 dan 2012 yang telah ground breaking dapat dilaksanakan tepat waktu, dan dapat menyerap tenaga kerja. Sementara untuk proyek-proyek yang akan dilaksanakan pada 2012, dipastikan tetap sesuai jadwal.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyampaikan hal ini dalam keterangan persnya usai sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Selasa (13/12) sore.

"Presiden memberi arahan agar seluruh proyek-proyek yang telah gorund breaking tersebut betul-betul terlaksana tepat waktu. Seharusnya juga proyek tersebut adalah proyek yang menyerap tenaga kerja," ujar Hatta seperti dilansir presidensby.info.

"Kedua, agar proyek yang ada di dalam pipeline yang akan diresmikan ground breaking-nya pada 2012 di pastikan tidak mundur, tetap sesuai jadwal," Hatta menambahkan.

MP3EI Untuk infrastruktur dengan dana APBN 2011, lanjut Hatta, dianggarkan Rp 20,6 triliun, dan untuk 2012 rencananya sebesar Rp. 36,7 triliun. Sampai tahun 2014, dana untuk pembangunan infrastruktur ini sebesar Rp 363 triliun. "Dari APBN 2011 dan 2012 masih ada gap Rp 300 triliun yang harus kita sediakan," Hatta menjelaskan.

Terhadap infrastruktur pendanaan pemerintah, ujar Hatta, Presiden SBY mengimbau agar apabila ada dana optimalisasi, misalnya untuk APBNP 2012, maka dana tersebut dialokasikan untuk infrastruktur dengan menekan belanja rutin pegawai.

"Termasuk juga penyediaan dana di 2013 dan 2014 agar porsi dana infrastruktur ditingkatkan. Sementara dana-dana rutin atau dana yang bersifat belanja pegawai yang bersifat perjalanan ditekan serendah mungkin sehingga alokasi dana untuk infrastruktur setinggi mungkin," Hatta mengungkapkan.

Menurut Hatta, gap sebesar Rp 363 triliun itu akan didorong oleh pihak swasta dan BUMN. Untuk itu, lanjut Hatta, akan disediakan satu skema insentif yang akan diatur melalui peraturan pemerintah. "Skema infrastruktur atau insentif khusus untuk infrastruktur seperti layaknya PP No. 62 untuk sektor industri. Ini akan segera kita rampungkan sehingga kita bisa memilah infrastruktur mana yang akan diberi insentif tersebut," kata Hatta.

Sebelumnya, Hatta mengatakan bahwa terdapat 92 proyek MP3EI yang sudah ground breaking sejak diluncurkannya MP3EI pada Mei 2011 lalu. Adapun rincian dari 92 proyek tersebut adalah proyek pemerintah sebanyak 24 proyek dengan dana sebesar Rp 71,6 triliun, proyek BUMN sebanyak 22 proyek dengan nilai Rp 102 triliun, swasta 38 proyek dengan nilai Rp 168,6 triliun, dan campuran sebanyak 8 proyek dengan nilai Rp 128,3 triliun.

Sementara yang akan dilakukan ground breaking pada Desember ini yaitu jalan tol Serangan-Tanjung Benoa, Denpasar, dan peresmian upgrading kilang minyak d Cilacap, yang keduanya bernilai Rp 29 triliun. Sehingga total biaya Rp 470,5 triliun ditambah Rp 29 triliun menjadi sekitar Rp 500 triliun.

"Sedangkan untuk 2012 total yang sudah ground breaking sebanyak 73 proyek sejumlah Rp 359,1 triliun terdiri atas koridor Sumatera jumlahnya ada 7 proyek, Jawa 23 proyek, Kalimantan 24 proyek, Sulawesi ada 10, Bali dan Nusa Tenggara ada 3, Papua dan Kepualauan Maluku ada 6," Hatta mengungkapkan.(Rls)

[ Kembali ]
» Berita Terkait
MK Harus Bertanggung Jawab Atas Kasus Bima
Dansatgas Konga XXV-D terima kunjungan Komandan Cambodia
BI Akui Rupiah Tak Bisa Melawan Krisis Ekonomi Global
Rita Subowo Puas Atlet Indonesia Lampaui Target

 

 
 
T-10 Tooltips v1.0
| Redaksi | Info Iklan | Terms of use| Kotak Pos|  
satuNews.com | satuRiau.com