Sabtu, 19 Mei 2012
HOME
 


Delapan Parpol Sepakat Awasi Pemilu Legislatif




Selasa, 07 April 2009 | 15:11
JAKARTA—Sebanyak delapan parpol sepakat akan mengawasi dan mengamankan pelaksanaan Pemilu agar berlangsung secara jujur dan adil. Kesepakatan itu tertuang dalam dalam kerja sama lintas partai di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (7/4).

Kedelapan parpol itu adalah Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partai Demokrasi Pembaruan, dan Partai Pelopor.

Kedelapan parpol sepakat menyukseskan Pemilu 2009 dengan melakukan pemantauan dan pengawasan menjelang pemungutan suara untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa mencederai demokrasi.

"Pemantauan ini akan dilakukan oleh pimpinan partai setempat dan para saksi yang diberi mandat oleh partai yang tergabung dalam kerja sama ini," ujar Ketua Umum DPP Partai Demokrat Hadi Utomo dalam acara seremonial di Jakarta, Selasa (7/4).

Delapan parpol juga sepakat untuk menerjunkan sekitar 500.000 ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk melakukan pemantauan dan pengawasan mulai dari menjelang pemungutan suara hingga penghitungannya. Selanjutnya, apabila penghitungan suara merugikan salah partai yang ikut kerjasama, maka delapan partai secara bersama-sama akan menolak dan tidak mau menandatangani berita acara penghitungan.

Ditegaskan Hadi, apabila salah satu partai ini tidak memiliki saksi di TPS, maka saksi lain dari partai yang tergabung ini akan turut mengawasi. Dan kedelapan partai berkoordinasi dan saling menukar informasi dan data keamanan.

Hadi Utomo mengaku semua saksi dari Parpol ini sudah siap ditempatkan pada setiap TPS. Bahkan jika ada parpol ini, tidak mempunyai saksi di TPS, maka parpol lainnya yang ikut kesepakatan ini bisa menjadi saksi juga.

"Semua saksi yang dipersiapkan dari setiap partai mengawasi juga. Dan sudah siap hingga tingkat terendah. Sehingga setiap partai akan saling mengisi bila tidak ada sakai di TPS," ujarnya.(zal)


[ Kembali ]
» Berita Terkait
MK Harus Bertanggung Jawab Atas Kasus Bima
Dansatgas Konga XXV-D terima kunjungan Komandan Cambodia
BI Akui Rupiah Tak Bisa Melawan Krisis Ekonomi Global
Rita Subowo Puas Atlet Indonesia Lampaui Target

 

 
 
T-10 Tooltips v1.0
| Redaksi | Info Iklan | Terms of use| Kotak Pos|  
satuNews.com | satuRiau.com