Sabtu, 19 Mei 2012
HOME
 

Taiwan dan Korea Investasi USD 550 juta Tahun Ini
Nike dan Reebok Selesaikan Pabriknya di Indonesia



Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mencatat, empat perusahaan alas kaki pemegang merek Nike dan Reebok asal Taiwan hampir menyelesaikan seluruh relokasi pabriknya di Indonesia. (Ist)


Kamis, 10 Maret 2011 | 00:01
JAKARTA- Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mencatat, empat perusahaan alas kaki pemegang merek Nike dan Reebok asal Taiwan hampir menyelesaikan seluruh relokasi pabriknya di Indonesia dengan total investasi sekitar USD 400 juta.

“Enam perusahaan alas kaki asal Taiwan dan Korea mulai merealisasikan relokasi pabrik dari Tiongkok dan Vietnam ke Indonesia. Total investasi sebesar USD 550 juta pada tahun ini,”kata Eddy usai acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Koperasi Perdagangan ”Niaga Sejahtera” dengan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) di Gedung Kemendag, Rabu (9/3)

Sementara itu lanjut Eddy dua perusahaan alas kaki asal Korea pemegang merek Adidas dan Geox akan memulai tahap relokasi dari Vietnam ke Indonesia dengan nilai investasi sebesar USD 150 juta pada tahun ini.

“Geox ditargetkan memproduksi sepatu hingga 100 ribu pasang per bulan sedangkan Adidas akan memproduksi hingga 850 ribu pasang hingga akhir 2010,”ujarnya.
Sedangkan pada Januari 2011, Adidas ditargetkan bisa memeroduksi sepatu sekitar 1,2 juta pasang per bulan. Dua perusahaan Korea sangat serius merelokasi pabriknya dari Vietnam ke Indonesia.

Sebelumnya, perusahaan tersebut menutup pabrik alas kaki mereka di Tiongkok dan ingin memindahkan aktivitasnya ke Indonesia setelah di Vietnam kurang mendapat dukungan.
Perusahaan alas kaki Korea pemegang merek Adidas, kata Eddy sudah membeli lahan sekitar 20 hektar di wilayah Tangerang, Banten.

Geox rencananya akan mengakuisisi lahan sekitar 5,6 hektar di Pasuruan, Jawa Timur. Salah satu pertimbangan relokasi kedua perusahaan ini karena bahan baku di Indonesia lebih mudah didapat.

Investasi perusahaan Korea pemegang merek Adidas ini minimal bisa mencapai USD100 juta sedangkan Geox minimal menggelontorkan sekitar USD 50 juta.

“Jadi, akan ada tambahan sedikitnya USD150 juta untuk dua relokasi baru ini,”imbuhnya.
Selain itu, Eddy menambahkan, terdapat empat perusahaan alas kaki yang telah memulai relokasi pada awal 2010. Dari empat perusahaan itu, tiga di antaranya telah menyelesaikan tahap relokasi dan segera berproduksi komersial. Tiga perusahaan itu diketahui sebagai pemegang merek Nike dan Adidas.

”Satu perusahaan lagi akan menyelesaikan relokasinya pada September. Prinsipalnya bernama Peeles. Peeles merupakan pabrik pindahan dari Tiongkok tapi berstatus PMA (Penanam Modal Asing) Taiwan,”terangnya.

Nike dan Reebok jelas Eddy telah melakukan perluasan dengan investasi sekitar USD 200 juta. ”Dengan adanya relokasi Nike dan Reebok, industri alas kaki mendapatkan tambahan volume produksi sekitar 2 juta pasang per bulan sedangkan Peeles pada tahun depan akan menggenjot produksi sebesar 1 juta pasang per bulan,” pungkasnya.(rp)



[ Kembali ]
» Berita Terkait
MK Harus Bertanggung Jawab Atas Kasus Bima
Dansatgas Konga XXV-D terima kunjungan Komandan Cambodia
BI Akui Rupiah Tak Bisa Melawan Krisis Ekonomi Global
Rita Subowo Puas Atlet Indonesia Lampaui Target

 

 
 
T-10 Tooltips v1.0
| Redaksi | Info Iklan | Terms of use| Kotak Pos|  
satuNews.com | satuRiau.com