Minggu, 05 Februari 2012
HOME
 


Yunani Lumpuh lantaran Bentrok




Sabtu, 18 Desember 2010 | 00:13
ATHENA - Yunani lumpuh akibat demonstrasi anti kebijakan pemangkasan anggaran. Ribuan mahasiswa dan buruh bentrok dengan polisi antihuru-hara di pusat ibu kota Athena. Mereka membakar mobil, melemparkan bom molotov, hingga memaksa orang-orang yang sedang berbelanja kebutuhan Natal menyingkir kocar-kacir.

Polisi berulang-ulang menembakkan gas air mata dan granat asap saat demonstrasi terburuk sejak krisis ekonomi merebak setahun lalu itu terjadi kemarin (16/12). Setidaknya 28 orang luka-luka, termasuk 23 polisi dan seorang mantan menteri dari kubu konservatif yang dipukuli demonstran di jalan.

Ribuan anggota serikat buruh mengadakan aksi selama 24 jam penuh untuk menolak reformasi sistem perburuhan baru dan pemotongan gaji mereka. Usia pensiun diperpanjang dari 60 menjadi 62 tahun. Kebijakan tersebut merupakan konsekuensi program pemulihan ekonomi setelah pemerintah mendapat bantuan finansial internasional sebesar EUR 110 miliar (Rp 1.312 triliun).

Seperti dilansir JPNN, demonstrasi juga melumpuhkan bisnis penerbangan, menutup sejumlah pabrik dan sekolah, mengganggu kegiatan rumah sakit, dan menghentikan layanan transportasi kereta api, kapal feri, serta bus di seantero negeri para dewa tersebut.

Aksi itu merupakan kali ketujuh dilakukan serikat buruh guna menolak kebijakan pemangkasan anggaran untuk mengeluarkan Yunani dari krisis ekonomi terburuk setelah Perang Dunia II.

Di Athena, ratusan remaja yang mengenakan penutup kepala hitam dan kacamata ski membawa palu untuk merusak batu paving jalan, pilar penyangga gedung, dan tembok luar gedung. Mereka menggunakan puing-puingnya sebagai amunisi untuk melempari polisi.

Sebuah kantor pos dekat kantor parlemen terbakar. Para pekerja dan orang-orang di dekatnya pun menyelamatkan diri melewati aparat kepolisian, demonstran, dan wartawan.

Warga yang sedang berbelanja kebutuhan Natal juga lari tunggang langgang setelah demonstran melemparkan bom molotov yang dirangkai dengan petasan. Bom buatan tangan itu mengakibatkan ledakan kecil ketika terjatuh menimpa bangunan pertokoan.

Mereka kemudian membakar tiga mobil dan dua sepeda motor polisi. Tempat sampah, halte bus, dan lampu lalu lintas juga menjadi sasaran perusakan. Bagian muka sejumlah toko yang sudah dihias dekorasi Natal dirusak.

Jalanan dipenuhi batu yang tak terhitung jumlahnya. Sementara itu, sampah dibiarkan begitu saja karena pekerja pembersih kota juga bergabung dengan demonstran.

Polisi menangkap sepuluh demonstran di Athena dan menahan 13 lainnya. Aksi serupa terjadi di kota-kota Yunani lain. Di utara kota pelabuhan Thessalonica, 20 orang ditahan dan delapan dilaporkan terluka saat 20 ribu demonstran terlibat bentrok dengan polisi.

Selasa malam waktu setempat (14/12), pemerintah memenangi voting persetujuan atas usul reformasi sistem perburuhan, termasuk pemotongan tunjangan, pembatasan gaji pekerja, dan pemberian keluangan bagi pihak swasta untuk mereduksi hak-hak kolektif serikat pekerjanya. Juga, pemotongan gaji karyawan.

Serikat pekerja menyatakan, demonstrasi kemarin bertujuan menekan pemerintah sosialis agar menunda program pemangkasan anggaran. Menurut mereka, kebijakan tersebut melukai hati sebagian besar rakyat Yunani. "Besarnya partisipasi dalam aksi ini, saya yakin, akan menekan pemerintah (untuk membatalkan program kebijakan tersebut)," jelas Stathis Anestis, wakil ketua serikat pekerja terbesar di Yunani GSEE, kepada Associated Press.(red)

[ Kembali ]
» Berita Terkait
Dansatgas Konga XXV-D terima kunjungan Komandan Cambodia
BI Akui Rupiah Tak Bisa Melawan Krisis Ekonomi Global
Rita Subowo Puas Atlet Indonesia Lampaui Target
Indonesia Kalah 0-1 dari Malaysia

 

 
 
T-10 Tooltips v1.0
| Redaksi | Info Iklan | Terms of use| Kotak Pos|  
satuNews.com | satuRiau.com