Minggu, 05 Februari 2012
HOME
 


Tim Tanggap Darurat Letusan Gunung Merapi 2010 Peroleh Penghargaan



Gunung Merapi meletus (Ist)


Jumat, 17 Desember 2010 | 17:10
JAKARTA-Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM) memberikan penghargaan kepada para petugas Tim Tanggap Darurat Merapi KESDM atas dedikasi dan komitmen mereka menolong para korban bencana merapi.

“Tugas dan pengabdian yang telah bapak dan ibu jalankan selama masa krisis merupakan sumbangan yang tidak ternilai khususnya bagi masyarakat yang terkena bencana,”kata Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh di Jakarta, Jum’at (17/12).

Menurut Darwin pemberian informasi dan antisipasi melalui rekomendasi status Merapi dan zona terlarang dilakukan secara tepat dan tidak terlepas dari peran Tim Tanggap darurat merapi 2010 yang telah melaksanakan tugas dengan baik mendedikasikan dirinya sebagai ujung tombak yang bekerja keras tanpa kenal lelah.

Menteri ESDM memberikan Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Merapi (KRB Merapi) yang baru kepada Tim Tanggap Darurat Letusan Gunung Merapi 2010. Peta tersebut diharapkan menjadi acuan dalam penataan ruang bagi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penerima penghargaan Menteri ESDM terdiri dari Dr Surono (Kepala Pusat PVMBG), Drs Subandriyo M.Si (Kepala BPPTK), Dra Sri Sumarti (Kepala Seksi Merapi) Ir. I Gusti Made Agung Nandaka, DEA (Kepala Seksi MTM), Dra. Sri Subandini (Kepala Seksi Laboratorium), 6 Pejabat Fungsional, 1 Orang Teknisi Laboratorium, 11 Orang Pengamat Gunungapi, dan 6 Calon Pengamat Gunungapi.

Sementara itu Kepala Biro Hukum dan Humas KESDM Sutisna Prawira dalam siaran persnya mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan wilayah rawan bencana geologi karena terletak pada pertemuan tiga lempeng utama bumi, yaitu Lempeng Eurasia, Indo Australian dan Pasifik.

Kondisi tersebut mengakibatkan Indonesia menjadi negara yang kerap terkena bencana geologi antara lain letusan gunung merapi, tanah longsor, gempa bumi dan tsunami.

Sebagai salah satu institusi pemerintah yang berperan dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat terkait bencana kegeologian, Badan Geologi KESDM bertugas melakukan kajian bahaya geologi, pemantauan dan memberikan peringatan dini kepada instansi terkait dan masyarakat.

127 gunungapi Indonesia dipantau oleh 69 pos pengamatan gunungapi sementara gunungapi Merapi dipantau oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) di Yogyakarta yang merupakan unit teknis Badan Geologi.(rp)





[ Kembali ]
» Berita Terkait
Dansatgas Konga XXV-D terima kunjungan Komandan Cambodia
BI Akui Rupiah Tak Bisa Melawan Krisis Ekonomi Global
Rita Subowo Puas Atlet Indonesia Lampaui Target
Indonesia Kalah 0-1 dari Malaysia

 

 
 
T-10 Tooltips v1.0
| Redaksi | Info Iklan | Terms of use| Kotak Pos|  
satuNews.com | satuRiau.com