 Penanda tanganan MoU. Sekjen KKP, Gellwynn Jusuf (kiri) dan Sekda Provinsi Gorontalo, Idris Rahim. (foto/roni)
|
Jumat, 17 Desember 2010 | 05:14 |
JAKARTA-Pemerintah Provinsi Gorontalo menyerahkan pengelolaan Pelabuhan Perikanan Kwandang kepada Pemerintah Pusat, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pelabuhan perikanan tersebut nantinya bakal menjadi Pelabuhan Nusantara.
“Kita menginginkan pelabuhan tersebut menjadi suatu titik untuk kegiatan ekspor dan impor. Realisasi pembangunan infrastrukturnya dilakukan pada 2011 dengan menelan dana sebesar Rp3 miliar,”kata Dirjen Perikanan Tangkap, Dedy Sutisna di Jakarta, Kamis (16/12).
Dijelaskan Dedy, setidaknya terdapat 4(empat)alasan PP Kwandang dinilai strategis. Pertama. Sumberdaya ikan di Teluk Tomini dan laut Sulawesi memiliki potensi perikanan laut sebesar 1.226 ribu ton/tahun dengan tingkat pemanfaatannya baru sekitar 24,05 persen atau 19.771 ribu ton/tahun. Kedua. Jenis ikannya bernilai tinggi seperti madidihang, cakalang serta tongkol. Ketiga. Merupakan daerah fishing ground. Keempat. Kebutuhan akan pelabuhan perikanan di Indonesia Timur masih diperlukan.
Sementara itu Sekda Provinsi Gorontalo, Idris Rahim mengatakan salah satu keuggulan Gorontalo adalah potensi perikanan dan kelautannya..
“Nantinya yang sandar di sana bukan hanya kapal yang berbobot 20 tetapi juga di atas 30 gross ton (GT). Selama ini daerah kita akui masih terkendala oleh dana dan SDM,”kata Idris.
Dengan adanya pengelolaan aset PP Kwandang ke Pusat, maka peran PP Kwandang nantinya akan meningkat. Setara dengan pelabuhan perikanan bertaraf nasional yang mampu menyediakan ikan berkualitas ekspor, terutama untuk Indonesia bagian timur.
Serah terima PP Kwandang dari daerah ke Pusat berlangsung di Kantor KKP. Penyerahannya dilakukan dari Sekda Provinsi Gorontalo, Idris Rahim kepada Sekjen KKP, Gellwynn Jusuf. Ikut menyaksikan penandatanganan MoU tersebut para pejabat di lingkungan KKP, Pemprov Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo (rp)
|
[ Kembali ] | | » Berita Terkait | | Dansatgas Konga XXV-D terima kunjungan Komandan Cambodia | | BI Akui Rupiah Tak Bisa Melawan Krisis Ekonomi Global | | Rita Subowo Puas Atlet Indonesia Lampaui Target | | Indonesia Kalah 0-1 dari Malaysia | |